Ratusan pohon perindang ditambah di Yogyakarta

Yogyakarta, (ANTARA News) – Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta akan menambah 500 pohon perindang tahun ini yang akan ditanam di beberapa lokasi, khususnya di tepi jalan.

“Untuk lokasinya sudah ada, namun kami tetap harus melihat secara langsung apakah di lokasi tersebut memungkinkan atau tidak untuk ditanami pohon perindang,” kata Kepala Seksi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Pramu Haryanto, di Yogyakarta, Kamis. 

Menurut dia, di Kota Yogyakarta memang tidak ada lokasi yang benar-benar ideal untuk ditanami pohon perindang, namun lokasi yang dinilai mendekati ideal masih ada di beberapa titik.

DLH, lanjut Pramu, akan memastikan bahwa di lokasi yang akan ditanami pohon perindang bebas dari gangguan, yaitu tidak berada di dekat saluran air limbah atau saluran air hujan, serta tidak berada di dekat jaringan listrik atau telepon.

“Kami pun tidak akan melakukan penanaman pohon perindang di dekat lampu lalu lintas karena dikhawatirkan pertumbuhan pohon bisa menutupi lampu lalu lintas dan kemudian mengganggu pengguna jalan,” katanya.

Sebagian besar pohon perindang, lanjut dia, akan ditanam di tepi trotoar sehingga lokasi penanaman diusahakan tidak mengganggu pejalan kaki atau pengguna jalan lainnya. DLH akan memilih trotoar yang cukup lebar untuk menanam pohon.

“Kalau trotoarnya sudah kecil, maka tidak akan ditanami perindang. Mencari lokasi yang ideal memang cukup sulit, tetapi kami tetap usahakan untuk terus memperbanyak pohon perindang di Kota Yogyakarta,” kata Pramu. 

Pada tahun 2018 DLH Kota Yogyakarta juga menambah sekitar 500 pohon perindang sehingga saat ini jumlah pohon perindang mencapai sekitar 18.000 pohon.

Pohon perindang milik Pemerintah Kota Yogyakarta biasanya diberi tanda, yaitu sebagian batang pohon dicat putih.

“Artinya, pohon itu adalah pohon perindang milik Pemerintah Kota Yogyakarta dan tidak bisa ditebang sembarangan,” katanya.

Sementara itu, jenis pohon perindang yang disiapkan tahun ini di antaranya adalah gayam untuk ditanam di Jalan Gayam, atau kenari untuk ditanam di Jalan Kenari.

“Tujuannya adalah menegaskan karakteristik kawasan, katanya.

Selain itu, DLH juga menyiapkan beberapa jenis pohon perindang seperti tanjung dan tabebuya, serta angsana.

Total anggaran yang dialokasikan tahun ini untuk penambahan pohon perindang mencapai sekitar Rp60 juta, demikian Pramu Haryanto.

Baca juga: Yogyakarta tanam pohon langka sebagai identitas wilayah

Baca juga: Pohon buah-buahan hijaukan Stasiun di Yogyakarta

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019