Cegah abrasi pantai di Pati, duta wisata ikut tanam mangrove

Pati, Jateng, 8/1 (ANTARA News) – Paguyuban duta wisata bersama aktivis lingkungan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, melakukan penanaman tanaman bakau (mangrove) untuk mencegah terjadinya abrasi di sepanjang Pantai Pangkalan, Desa Pangkalan, Pati, Selasa.

Penanaman 3.000 bibit mangrove di Kecamatan Margoyoso tersebut ditanam serentak di garis Pantai Pangkalan tersebut.

Menurut Duta Wisata Pati tahun 2017, Gunita, penanaman tanaman mangrove dilakukan bersama Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia, Karang Taruna Kabupaten Pati, Komunitas Peduli Pantai Utara Pati, dan Komunitas Sedulur Jelajah Pati.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat diikuti masyarakat untuk menjaga pantai pesisir Pati agar tetap lestari.

Apalagi, lanjut dia, komoditas tersebut bermanfaat untuk mencegah abrasi laut serta menjadi tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa dan ikan.

“Kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap konservasi lingkungan hidup agar ekosistem di sekitar tetap terjaga,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, tanaman mangrove juga memiliki nilai ekonomis, mulai dari kayu hingga buahnya bisa dimanfaatkan.

Kegiatan penanaman tersebut, lanjut dia, tentunya sejalan dengan visi dan misi Duta Wisata Kabupaten Pati untuk menjaga lingkungan pantai.

“Kami tidak hanya dituntut untuk berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki rasa peduli dan wawasan yang luas tentang pariwisata, terlebih wisata mangrove di Kabupaten Pati yang sedang berkembang,” ujarnya.

Aktivis peduli lingkungan di Kabupaten Pati sedang menggalakkan penanaman mangrove di tepi pantai yang rawan abrasi.

Bahkan, ada yang dikembangkan menjadi objek wisata, seperti objek wisata hutan tanaman mangrove di Desa Sambilawang, Kecamatan Trangkil, Pati.

Hutan mangrove yang dilengkapi dengan trek yang berada di Desa Sambilawang itu memang cukup luas, karena mencapai 15 hektare.

Baca juga: Masyarakat Jateng diajak menjadi pelopor penghijauan

Baca juga: Mayoritas mangrove dinilai kurang baik

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019