Antisipasi gajah liar, pendirian ERU di Lampung Barat mendapat dukungan pemerintah

Hampir dua tahun belakangan ini, gajah liar sudah sangat meresahkan masyarakat, karena setiap waktu bisa masuk ke permukiman warga dan merusak hasil perkebunan dan pertanian

Oleh Triono Subagyo dan Emir FS

Bandarlampung, (ANTARA News) –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendukung Pemerintah Kabupaten Lampung Barat untuk mendirikan Kamp Elephant Rescue Unit (ERU) guna mengantisipasi gajah liar masuk ke permukiman warga.

“Kita siap membantu Kabupaten Lampung Barat untuk bisa mendirikan ERU. Dengan didirikan ini bisa mengantisipasi gajah liar masuk ke permukiman warga,” kata Kepala Dinas Kehutanan Lampung, Syaiful Bachri, di Bandarlampung, Senin

Menurutnya, hampir dua tahun belakangan ini, gajah liar sudah sangat meresahkan masyarakat, karena setiap waktu bisa masuk ke permukiman warga dan merusak hasil perkebunan dan pertanian.

Ia menjelaskan, bila ERU sudah terbentuk maka akan mendirikan posko pantau yang tersebar di beberapa titik strategis, agar bisa memantau gajah-gajah liar untuk mengantisipasi agar tidak masuk ke permukiman warga.

Bila ada kawanan gajah liar masuk, maka petugas akan langsung bersama gajah jinak untuk menggiring ke luar, dibantu oleh para warga sambil menghidupkan petasan.

“Jadi ERU sangat diperlukan, karena saat ini baru ada di Kabupaten Lampung Timur. Semoga ini cepat terwujud dan persoalan gajah ini bisa selesai tanpa merugikan semua pihak,” katanya.

Syaiful mengatakan, dengan cara seperti itu persoalan gajah liar bisa terselesaikan, dan berharap Pemerintah Pusat bisa segera mewujudkan ERU di Kabupaten Lampung Barat.

Sebelumnya, pengusulan ERU di Kabupaten Tanggamus telah masuk di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tetapi sampai saat ini belum terwujud.

Bahkan, ada gajah jinak yang bernama Yongki, yang sudah terlatih dan siap membantu petugas untuk menggiring gajah liar ke luar dari perkebunan dan pertanian warga.

Tetapi akibat perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab gajah jinak tersebut mati dan sampai saat ini belum ditemukan penggantinya.

“Semoga atas kejadian kawanan gajah ini, pemerintah pusat bisa membuat ERU Kabupaten Lampung Barat atau Tanggamus untuk mengantisipasi kejadian ini terus terulang,” kata ujar Syaiful.

Bila ERU sudah tersedia, lanjut dia, gajah-gajah liar yang terluka dirawat dan dilatih oleh petugas ERU. Gajah juga diajarkan untuk memerintahkan kawanan gajah liar mundur ketika hendak memasuki lahan pertanian warga.

Latihan-latihan keterampilan lain pun diajarkan agar gajah dapat membantu manusia melakukan berbagai aktivitas yang membutuhkan tenaga ekstra seperti merobohkan pohon dan menarik kendaraan.

Saat gajah liar terdeteksi di dekat tanggul perbatasan, warga akan melakukan blokade di sekitar tanggul. Dengan bantuan gajah terlatih dan suara petasan yang dibunyikan warga, kawanan gajah liar diharapkan akan kembali ke kawasan taman nasional.

Baca juga: Kawanan gajah kembali rusak perkebunan warga Lampung Barat

Baca juga: Masyarakat Lampung Barat Waspada Gajah

Baca juga: Belasan gajah kembali usik warga Lampung Barat

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019