KKP percepat pembangunan Cold Storage perikanan

KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berjanji akan mempercepat dan meningkatkan pembangunan gudang-gudang untuk penyimpanan produk perikanan atawa Cold Storage di seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan potensi produksi perikanan yang terus meningkat, terutama di sentra produksi perikanan nasional seperti halnya di Provinsi Gorontalo.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Rifky Efendi Hardijanto mengatakan, pembangunan logistik seperti pergudangan di sektor perikanan ini memang belum digarap maksimal. Karena itu, ia berjanji KKP terus mempercepat pembangunan gudang-gudang periakan tersebut di sejumlah daerah. “Pelan-pelan kami selesaikan pembangunan kebutuhan Cold Storage, sambil kami juga selesaikan masalah logistik lainnya,”ujarnya dalam kunjungan bersama Komisi IV DPR di Gorontalo, seperti dikutip dalam siaran pers, Selasa (16/10).

Rifky melanjutkan, pada periode 2015-2017, pihaknya telah memberikan bantuan sebear Rp 54,9 miliar ke Gorontalo. Bantuan tersebut diberikan untuk membangun satu unit gudang beku terintegrasi, empat unit kendaraan berpendingan, 25 unit Chest Freezer, 13 unit Ice Flake Machine, empat unit Cold Storage, satu unit pasar ikan bersih. Kemudian pada tahun 2018, bantuan ditambah berupa kenderaan berpendingan dan Chest Freezer. “Semoga dengan bantuan gudang berkapitas 200 ton ini, bisa bermanfaatkan dan meningkatan taraf ekonomi Gorontalo,”katanya.

Rifky menambahkan, saat ini KKP juga memiliki program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan stabilitas sistem produksi perikanan hulu-hilir. SLIN juga dapat digunakan sebagai pengendalian disparitas dan stabilitas harga, serta untuk memenuhi kebutuahn konsumsi dalam negeri.

Ketua Komisi IV Roem Kono mengatakan, mengatakan bantuan KKP untuk meningkatkan produksi perikanan di Gorontalo patut diapresiasi. “Saya datang langsung ke lapangan karena ingin melihat secara langsung adanya bantuan gudang, di daerah, khususnya sekarang di Gorontalo. Dan memang jauh dari ekspektasi yang kami bayangkan. Ini bagus, dan megah. Harapannya bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Berkat sejumlah upaya ini, KKP mengklaim per Agustus 2018 ekspor perikanan terus merningkat. Realisasi ekspor perikanan pada Agustus 2018 mencapai 702.730 ton atau meningkat 7,04% dibandingkan Agustus 2017 lalu, tanpa menyebut nilai ekspornya.

Sementara itu, konsumsi ikan nasional juga meningkat yang pada tahun ini diproyeksi mencapai 50,65 kilogram (kg) per kapita dan tahun 2019 ditargetkan naik menjadi 54,49 kg per kapita. Konsumsi ini naik bila dibandingkan dari tahun 2017 yang sebesar 47,34 per kg per kapita.

Reporter: Noverius Laoli
Editor: Noverius Laoli

Reporter: Noverius Laoli
Editor: Noverius Laoli

KELAUTAN DAN PERIKANAN